resto-i

Publié le


Wuala, jumat minggu lalu, side job pertama gue di sini. Jadi ceritanya gini. Si Nana, teman gue yang berkutik di bidang musik, khususnya flute, punya kerjaan sampingan yang lumayan rutin di Restoran Indonesia, di Paris, deket taman Luxembourg. Tiap hari jumat akhir bulan, dia berjoget ria di restoran ini, bawain tarian tradisional dari Indonesia. Tarian yang mana? Gue juga gak tau. Gak pernah nyemplung di bidang tari menari gue.
 
Nah, Nana ini pernah bilang ke gue, "Mau job nggak?". Jelas gue jawab, "Kenapa nggak?". Dia disuruh sama tante Anita, tante2 yang sepertinya memegang alih restoran ini, untuk mencari anak2 Indonesia yang bisa main musik untuk main musik di restorannya. Yah, walau kecil2an, nambahin suasana lah bagi para pengunjung yang makan di sono. Oke lah. Sambung punya sambung, akhirnya dia suruh gue ngajak pemusik yang lainnya, yang bernama Bimo dan Lila. Tapi, berhubung Bimo yang katanya malam itu harus nonton konser tapi ujung2nya malah vertigo, dan ngeram di rumahnya, akhirnya gue cuman sama Lila. Dia nyanyi, dan gue main harpa. Hahahaha. Tai, sejak kapan gue main harpa? Dia nyanyi, gue maen gitar.

Singkat cerita, kita ketemuan dan latihan 2 hari dan 1 hari sebelum hari H nya. Ngasal abis latiannya. Cuman nyatet lirik dari internet ke buku sama ngetes2 kunci doang, huehue. Maklum, amatir. Dan pada hari H, beberapa jam sebelumnya, gladi bersih dulu di tempat Lila. Hahaha, gladi bersih jidat lo. Trus malemnya ngamen dahhh. Di basement Resto-I kita nyanyi Untitled nya Maliq, sama Bunda nya siapa nggak tau. Di lantai dasar kita nyanyi KKEB nya Andre Hehanusa, Ingatlah Hari Ini nya Project-Pop, sama apa ya? Bunda lagi sih kalo nggak salah. Lupa gua. Gue tampil dengan belangkon nemu, dan Lila dengan selendang minjem, hahaha.

Tanpa disangka2, pada malam yang sama juga, ada 2 orang, yang satu namanya Rizal, yang satu lagi namanya siapa lupa, yang sedang melakukan reportase tentang Resto-I. Jadi masuk tivi dah gueee. Hahaha. Kampung. Itu katanya buat channel tv baru, namanya TV Wan, atau TV One, nggak tau deh gue nulisnya gemana, pokoknya bunyinya kayak gitu dah. Lagian, sok2 pake bahasa inggris amat, kayak nggak punya bahasa sendiri aja. Mereka mewawancarai anak2 Indonesia yang kebetulan berada di situ juga, yaitu Dita dan Yogie. Mungkin karena tampang gue sama sekali nggak komersil, jadi gue nggak diwawancara, cuman diliput aje, hahaha, curcol.

Setelah makan, si tante Anita ngasih tau kita, "Yuk, yuk, ke atas, tante masak buat kalian." Setelah tadinya udah disuguhin TehBotol dari kotak, kita ditambahin makanan, yang berupa semur daging, ayam, dan sambal mak nyhos, hahaha. Serasa pulang kampung (tae, norak abis).

Yang menarik, pada saat kami sudah menghabiskan makanan, dan merasa cukup kenyang, si tante kembali lagi ke meja kami sambil membawa semacam mangkok besar, berukuran tak normal, pokoknya lo bayangin aja kalo lagi ada pesta, dan ada yang namanya Es Cendol atau Es Buah di mangkok yang ukurannya gigantisme, yah seperti itu lah. Dengan jiwa kekampungan gue yang masih kental, secara refleks gue mengekspresikan kegirangn gue dengan mengangkat tangan dan sedikit berteriak kegirangan. Udah kayak anak kecil dibeliin maenan, hahaha. Otomatis, perhatian seluruh ruangan tertarik kepada meja kami, karena yang mengekspresikan kegirangannya ternyata nggak cuman gue doang. Datanglah yang namanya es yang gue nggak tau apa namanya. Pokoknya enak dah, ada santen2 kelapanya, ada rambutannya, dan kayaknya ada cingcau nya. Manthabs.

Yang kocak, para pengunjung yang tadinya berada di basement, yang sedang berjalan keluar (meja di mana kami duduk terletak di sebelah pintu masuk yang juga merupakan pintu keluar) tertarik perhatiannya dengan mangkok gigantisme di meja kami. "C'est quoi ça???" Yang artinya, "Apa itu???" Dengan rasa ingin tahu mereka, mereka bertanya2 tentang es itu dan makin penasaran. Kami menawarkan mereka untuk mencobanya, dan mereka menyukainya, huahuahua. Gokil! Makanya, Visit Indonesia 2008! Hehehe, promosi negara sendiri.

Rencananya sih kegiatan mengamen2 ini akan dijadikan rutin, sebulan sekali. Dan sepertinya pada kali berikutnya, kita akan ketambahan personil Bimo, si biolis. Hahaha, ngarang abis. Pemain Biola. Tunggu cerita selanjutnya! 
Publicité
Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :
Commenter cet article